Pengalaman Masuk Polmed (T.A. 2014/2015)

Pernahkah engkau mendengar pepatah yang mengatakan “Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya”? Atau malah sudah sering sampai engkau merasa bosan mendengarnya? Mengapa demikian? Mengapa kita sebagai calon penguasa dunia dapat berpikiran seperti itu? Mungkin banyak di antara kita tak mampu menjawab karena kita tak memiliki tujuan hidup. Katanya sih, impian sudah ada tapi tidak ada tindakan nyata sama saja bohong. Itulah yang sedang kita hadapi sekarang termasuk saya sebagai calon mahasiswa. Cukup sedih mendengarnya tapi jangan jadikan ucapan tersebut nyata bagi kehidupan kita.

Biarkan saya menceritakan pengalaman saya tentang Polmed. Mulai dari awal mengenal Polmed, mendaftarkan diri, mengikuti berbagai tes dan P2MB, hingga akhirnya saya sudah berada di kelas Manajemen Bisnis yaitu MB-1A. Saat itu, di sekitar bulan Juni, mama saya mendapat info tentang dibukanya pendaftaran Polmed. Di saat yang bersamaan, saya tengah sibuk mempersiapkan segala bekal ilmu pengetahuan untuk bertarung di SBMPTN jurusan Komunikasi USU. Mengingat saya tidak lulus di jalur undangan SNMPTN, maka jalur bertarung ilmu ini pilihan selanjutnya.

Nah, di malam hari ketika saya sudah pulang dari bimbingan belajar, mama memberitahukan info pendaftaran Polmed kepada saya serta menyarankan saya mengikuti ujian masuk Polmed. Awalnya saya menolak karena saya kurang tertarik dengan Polmed. Sebenarnya saya sudah mendengar seluk-beluk Polmed hanya saja saya kurang berminat untuk mengetahuinya lebih lanjut. Mama juga menjelaskan bahwa di Polmed sebelum tamat saja sudah ditarik untuk bekerja. Setelah saya pikir-pikir kembali, saya mengangguk dan setuju. Bagi saya, ini merupakan tantangan yang menarik untuk mengukur seberapa mana kemampuan ilmu pengetahuan selama ini. Saya mulai memeriksa website Polmed kemudian membaca brosur online tentang pendaftaran Polmed gelombang pertama, membaca profil Polmed, dan terakhir yaitu jurusan dan prodi yang ditawarkan.

Esok harinya, saya dan mama pergi ke Bank Sumut untuk membayar id pendaftaran Polmed. Saya lanjut di malam harinya mendaftarkan identitas saya secara online. Kemudian, dalam pilihan prodi saya memilih pertama D-IV Manajemen Bisnis dan kedua D-III Perbankan dan Keuangan. Alasan saya memilih Manajemen Bisnis sebagai pilihan pertama karena saya sangat tertarik dengan dunia bisnis dan ekonomi, begitu juga dengan pilihan kedua yaitu Perbankan dan Keuangan. Saya murni dari kelas IPS dan saya sangat suka pelajaran IPS. Saya menyatakan setuju untuk pilihan saya dan segera saya mencetak kartu ujian tes masuk Polmed di hari itu juga. Setelah saya baca kembali kartu ujian saya, gedung tempat saya ujian nanti adalah gedung C. Letak gedung itu tepat berada di depan pintu masuk mahasiswa sebelum gerbang masuk Polmed pintu 4. Tentunya saya kembali mengasah kemampuan saya hingga hari ujian tersebut telah tiba.

Pada hari tes masuk Polmed, saya segera bersiap-siap dari rumah mengenakan pakaian serba hitam. Pakaiannya yaitu baju polo hitam berkerah, celana jeans hitam dan sepatu sport abu-abu. Yah, bagi saya pakaian itu tidak masalah asal tidak mengenakan baju kaos. Mama malah menggeleng-geleng kepala sembari mengomentari penampilan saya seperti orang tomboy dan sama sekali tidak niat ikut ujian. Meskipun banyak para peserta ujian mengenakan pakaian putih-hitam, saya tidak peduli. Bagi saya, setiap orang memiliki cara mereka masing-masing asal mengikuti aturan yang berlaku. Dan pada akhirnya, ilmu dan pengetahuan tetap menjadi titik kemenangan seseorang di ujian ini.

Sebelum ujian dimulai, saya berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bersama teman imajinasi saya, Lawliet, saya yakin saya dapat mengerjakan ujian Polmed dengan mulus. Pertama saya kerjakan dari yang termudah, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Akuntansi, Ekonomi, dan terakhir Matematika. Sempat juga saya melamun beberapa saat dan hanya menatap kosong karena badan saya terasa meriang tapi itu bukan berarti saya menyerah begitu saja. Setelah saya selesai menjawab soal dan memeriksa kembali lembar kerja jawaban saya, saya malah menghabiskan waktu dengan menggambar dan hanya malas-malas. Yah, terakhirnya saya malah dilihat satu ruangan akibat tingkah saya tersebut. Namun, yang terpenting semua berjalan dengan lancar.

Beberapa hari kemudian setelah ujian masuk Polmed gelombang pertama, pengumuman hasil ujian Polmed telah diberitahukan secara online. Saat itu aku tengah sibuk bermain game karena hari-hari mendebar saya yaitu ujian masuk Polmed dan SBMPTN telah berlalu. Saya kemudian segera memeriksa hasil ujian tersebut. Dengan tersenyum puas dan bersyukur saya telah dinyatakan lulus ujian masuk Polmed pilihan pertama D-IV Manajemen Bisnis, dan lebih senangnya lagi nama saya tertulis pertama kali di daftar peserta lulus Manajemen Bisnis. Mama dan sekeluarga turut suka cita menyambut kelulusan saya di Polmed. Selanjutnya saya mencetak pemberitahuan tentang daftar ulang Polmed dan kegiatan tes kesehatan selanjutnya. Setelah saya berdiskusi cukup lama dengan keluarga, mereka menyarankan saya untuk melakukan registrasi ulang dan mengikuti tes kesehatan. Awalnya saya kurang percaya diri jika nantinya mengikuti tes kesehatan karena saya ada penyakit darah rendah, namun saya tetap urungkan rasa takut itu dan segera menutupinya dengan mengonsumsi jus terong belanda dan menjaga makanan saya tetap sehat. Saya dan mama pergi ke Polmed tepatnya di Gedung Serbaguna dan melakukan registrasi ulang serta membayar uang tes kesehatan yang akan dilaksanakan di Kodam Brimob daerah Kecamatan Helvetia.

Selama proses tes kesehatan di Brimob dari pagi hingga siang, saya sempat lemas karena suasananya yang sangat ramai dan sesak tanpa pendingin ruangan satupun. Tes kesehatannya berupa pemeriksaan mata, tekanan darah, tinggi badan, berat badan, mulut dan gigi, THT, dan terakhir tes urin. Yang paling membuat saya sedikit takut yaitu tes tekanan darah dan tes anatomi. Untunglah kedua tes tersebut telah saya lewati dengan hasil wajar meskipun sempat malu juga. Dan tes kesehatan ini diakhiri dengan pemeriksaan mulut dan gigi. Dalam ruangan pemeriksaan ini, saya dan peserta lainnya cukup lega karena disini tidak ada yang namanya antre dan berdesakan. Bentuk pemeriksaannya pun secara bergilir dimana dokter yang mendatangi kami satu per satu dan bergiliran. Setelah pemeriksaan kesehatan selesai, kami bubar dengan teratur.

Setelah saya menjalankan ujian masuk dan tes kesehatan, tiba saatnya hari itu melakukan pembayaran mahasiswa baru Polmed. Pembayaran tersebut berupa pembayaran uang kuliah, uang pakaian, uang fasilitas mahasiswa, dan uang pelengkap lainnya. Sebelum hari pembayaran itu, saya mengalami dilema yang berat. Di satu sisi saya masih ingin menunggu pengumuman kelulusan SBMPTN, namun di sisi lainnya batas pembayaran tersebut hanya 3 hari untuk gelombang pertama. Jika tidak, maka saya batal menjadi mahasiswa Polmed dan harus mengikuti ujian masuk pada gelombang selanjutnya.

Dalam lubuk hati terdalam saya, saya ingin lulus di SBMPTN jurusan Komunikasi karena banyak teman saya telah lulus SNMPTN di jurusan tersebut. Sisi lain saya malah bertanya apa karena teman saya takut untuk mencoba hal yang baru. Terlebih lagi, saya juga belum tahu apakah saya benar-benar lulus di SBMPTN padahal pengumumannya masih lama lagi. Sedangkan di Polmed, saya sudah benar-benar lulus. Tinggal tahap pembayaran dan mengikuti P2MB saya sudah resmi menjadi mahasiswi Politeknik Negeri Medan. Selain itu, seluruh keluarga sudah setuju, malah merekomendasikan saya untuk ikut Polmed saja. Maka, dengan berat hati saya meninggalkan SBMPTN dan mengikuti jalan hidup saya dengan menjadi mahasiswi di Polmed. Saya telah melunasi segala pembayaran dan saya harus menunggu lagi sekiranya 3 bulan untuk menunggu ujian gelombang selanjutnya dan mengikuti P2MB.

Tiga bulan telah berlalu, dan saya akhirnya mengikuti pelaksanaan P2MB atau lebih mudahnya disebut ospek. Pada hari pertama dan kedua sebelum dimulainya P2MB, diadakan Technical Meeting yakni memberitahukan hal-hal yang akan dilakukan pada saat P2MB. Mulai dari dibertahukan pembagian detasemen dan unit, barang-barang yang harus dibawa pada saat P2MB dan sebagian kecil penjelasan bentuk kegiatan P2MB nantinya. Selama hari-hari pertama kegiatan P2MB, saya merasa kurang tertarik dan terus menggerutu kenapa masih ada saja kegiatan ospek seperti ini. Membawa kaleng berisi batu, tas dari goni dan sebagainya. Namun selama 5 hari itu, tanpa saya sadari saya ditempah kembali akan rasa cinta tanah air, pertemanan, kekompakan, disiplin, serta ketangkasan diri. Saya juga mendapat banyak teman baru di unit saya, detasemen C-8.

Di dalam unit ini, kami sangat kompak dalam berbagai hal. Mulai dari mengatur hari dan tanggal untuk makan bersama dalam rangka merayakan telah selesainya kegiatan P2MB, mengumpulkan uang untuk hadiah terima kasih kepada kakak kepala unit kami, Kak Sri Wulandari dari prodi Akuntansi, bahkan kami melakukan pengumpulan uang tiap 2 minggu sekali untuk pergi sama-sama sembari menghilangkan beban kuliah nantinya. Saya tersenyum lebar atas pengalaman saya masuk Polmed ini. Meskipun prodi saya yaitu Manajemen Bisnis masih baru, saya tetap percaya dan terus memperbaiki diri untuk masa depan saya di 4 tahun kedepan. Demikian sebuah karangan kecil tentang pengalaman saya. Semoga Polmed semakin maju dan terus berkarya untuk kita semua.

Sekian. (amelchan24)

Iklan

[Story] The Tortoise and The Hare

the-tortoise-and-the-hare-running-competition

[The Tortoise and The Hare]

.

The Hare was once boasting of his speed before the other animals. “I have never yet been beaten,”. “When I put forth my full speed, I challenge everyone here to race with me.”

The Tortoise heard him and walked toward him slowly and said quietly, “I accept your challenge.”

“Ha..? That is a good joke!”, said the Hare. He lifted up his tail meant he insulted him. “I could dance round you all the way.”

The Tortoise sighed of his attitude and smiles slightly. “Keep your boasting till you’ve won”, answered the Tortoise. “Shall we race, then?”

The Hare grinned  and so a course was fixed then a start was made. The Hare darted almost out of sight at once, but soon stopped and, to show his contempt for the Tortoise, he laid down under the tree to took a nap. The Tortoise was still plodded on and plodded on, and when the Hare awoke from his nap, he saw the Tortoise just near the winning-post and could not run up in time to save the race. Alas, the Tortoise won and his friends cheered in happy. The Hare came late and pouts angrily.

Then the Tortoise came and said to the Hare humbly, “Slow but steady progress wins the race.” The Hare nodded and smiled to him.

Related articles

[Story] The Princess and The Pea

cover-finalfinal---princess-and-the-pea---pdeleon

[The Princess and The Pea]

.

Once upon a time there was a prince who wanted to marry a princess. But she would have to be a real princess. He travelled all over the world to find one, but nowhere could he get what he wanted. There were princesses enough, but it was difficult to find out whether they were real ones. There was always something about them that was not as it should be. So he came home again and was sad, for he would have liked very much to have a real princess.

One evening a terrible storm came on. There was thunder and lightning, and the rain poured down in torrents. Suddenly a knocking was heard at the city gate, and the old king went to open it.

It was a princess standing out there in front of the gate. But, good gracious! What a sight the rain and the wind had made her look. The water ran down from her hair and clothes. It ran down into the toes of her shoes and out again at the heels. And yet she said that she was a real princess.

“Well, we’ll soon find that out”, thought the old queen. But she said nothing, went into the bedroom and took all the bedding off the bedstead, then laid a pea on the bottom. She took twenty mattresses and laid them on the pea, and then twenty eider-down beds on top of the mattresses. On this the princess had to lie on it all night. In the morning she was asked how she had slept.

“Oh, very badly!” said the princess. “I have scarcely closed my eyes all night. Heaven only knows what was in the bed, but I was lying on something hard, so that I am black and blue all over my body. It’s horrible!”

Now they knew that she was a real princess because she had felt the pea right through the twenty mattresses and the twenty eider-down beds. Nobody but a real princess could be as sensitive as that.

So the prince took her for his wife, for now he knew that he had a real princess. And the pea was put in the museum, where it may still be seen, if no one has stolen it.

[Story] The Pied Piper

The_Pied_Piper_of_Hamelin_by_ChrisRawlins

[The Pied Piper]

.

Many years ago in the German town of Hamelin, the people had a terrible problem with rats. There were rats everywhere, in the streets, houses, beds, and even in babies’ cots. The Mayor did not know what to do.

One day, a peculiar man called the Pied Piper arrived and said he could deal with the problem if the mayor would pay a huge sum of money. The mayor agreed.

The Pied Piper played the pipes and the rats followed him out of Hamelin and fell out a cliff. But after the Pied Piper came back to town, the Mayor lied to him and said, “I refuse to pay!”

So, the Pied Piper played his pipes again. This time every child followed the Pier Piper. They never returned. The mayor had learned his lesson, but it’s too late.

Related articles

[Story] The Ant and The Grasshopper

ant-grasshopper.

[The Ant and the Grasshopper]

.

In a field one summer day a Grasshopper was hopping about, chirping and singing to its heart’s content. An Ant passed by, bearing along with great toil an ear of corn he was taking to the nest. The Grasshopper stopped and looked to the Ant, frowned that he looked very busy.

“How about you come and chat with me,” said the Grasshopper, “instead of toiling and moiling in that way?”

“I am helping to lay up food for the winter,” said the Ant, smiling to him. “And I recommend you to do the same, pal.”

“Why bother about winter?” said the Grasshopper, moved to relax on grass. “We have got plenty of food at present, though.” The Ant shakes head to him and went on its way and continued its toil to his nest.

When the winter came the Grasshopper had no food and found itself dying of hunger. While it saw the ants distributing every day corn and grain from the stores they had collected in the summer. Then the Grasshopper mumbled to himself and knew that it was best to prepare for days of need.

Related articles

Open Source

OSI-Affiliates-Slide-v1.5.

Apa Itu Open Source ?

.

Jika diartikan menurut arti kata, – Open Source– dalam bahasa Indonesia berarti “Kode Terbuka”. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode morse, ataupun kode barang, tetapi yang kode yang dimaksud disini adalah Kode Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah – perintah yang diketikkan berdasarkan logika yang benar.

Suatu program dengan lisensi Open Source berarti program tersebut membuka Kode Programnya bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat membedah program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhannya, bahkan memperbaiki -Bug- atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang Open Source adalah Linux. Dalam setiap distribusinya vendor Linux juga menyertakan Kode Program Linux.

Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa program / software yang Open Source tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang murah. Lalu, apa bedanya Open Source dengan –Closed Source

Pada program yang -Closed Source-, paket program tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat / vendor program tersebut. Jika ada distribusi yang bukan oleh vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan software. Atau dengan kata lain program yang -Closed Source- tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh vendor program tersebut. Sedangkan software yang Open Source, dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Paket program juga dapat digandakan secara bebas.

Tujuan Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap vendor program, dimana vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang -Closed Source- vendor bisa saja menyisipkan kode – kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna.

Selain itu, Open Source juga bertujuan menyediakan software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh vendor.

Bagi kalangan IT khususnya di Indonesia, dengan adanya software yang Open Source dapat mendorong semangat untuk mengembangkan program bagi tenaga – tenaga TI di Indonesia. Sebab dengan mempelajari kode program, dapat dianalisa dimana kelemahan program, apa sesungguhnya proses yang berlangsung dalam kerja program, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan program yang ditemui. Atau yang lebih extreem adalah memodifikasi program sedemikian rupa agar lebih ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.

Sebagai tenaga yang bergerak di bidang IT, tentunya kita tidak boleh hanya menjadi End User yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Sebab dengan demikian sampai selama – lamanya bidang TI kita akan tertinggal dari negara – negara lain. Kalau hanya ingin menjadi End User, untuk apa kita susah – susah membuang waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk menjadi ahli Komputer. Kalau memang hanya ingin menjadi End User lebih efektif dan efisien mengikuti kursus.

Hal inilah yang masih belum disadari oleh kebanyakan pengajar maupun mahasiswa bidang Teknologi Informasi di Indonesia. Seorang S.Kom bukan dipersiapkan untuk menjadi pengguna, melainkan dipersiapkan untuk menjadi Analis Sistem yang dapat merancang baik software maupun hardware. Dengan menggunakan program yang Open Source bukankah telah terbuka jalan yang sangat lebar untuk menuju ke arah tersebut.

Dengan mempelajari kode program Open Source, kita dapat menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan software tersebut, yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.

Harus diakui bahwa jika kita bekerja sebagai Software Developer yang Open Source, akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diterima jika dibandingkan dengan Software Developer yang -Closed Source-, sebab software yang kita buat dapat di distribusikan secara bebas oleh orang lain tanpa membayar lisensi kepada kita.

Namun, ada yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan uang tersebut, yaitu Perbuatan Amal. Dengan mengeluarkan program yang Open Source, dimana pengguna dapat melihat, mempelajari, dan memodifikasi Kode Program, dapat dibayangkan berapa banyak orang yang memperoleh pengetahuan dari program kita, berapa banyak mahasiswa yang dapat meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari software yang kita buat. Belum lagi umpan balik yang diberikan oleh pengguna yang mengetahui kelemahan program kita dan memberikan solusinya, yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.

Lagipula, vendor seperti RedHat yang selama ini bergerak sebagai Software Developer yang Open Source tidak menjadi bangkrut malahan semakin maju. Mengapa? Sebab, pengguna yang awam dengan sistem komputer tetap akan menghubungi vendor program jika terjadi masalah dengan program. Karena mereka menganggap bahwa vendor tentu lebih memahami programnya dibandingkan dengan teknisi yang lain.

Namun, pilihan untuk mengikuti Open Source atau tidak tetap bergantung pada diri kita masing – masing. Seandainya anda berkeinginan menjadi Software Developer yang kaya raya seperti Bill Gates, mungkin anda memilih menjadi Software Developer yang -Closed Source-.

Sebaliknya, jika anda adalah seorang yang senang berbagi ilmu dan pengalaman tentunya anda lebih senang menjadi Software Developer yang Open Source, namun itu tentunya kemungkinan kecil dapat menjadikan anda sekaya Bill Gates. Well, pilihan tetap berada pada diri kita masing – masing. (amelchan24)

Related articles

[Story] Looking For a Bride

cover_ok

[Looking For a Bride]

.

There was once a young shepherd who wanted very much to marry, and was acquainted with three sisters who were all equally pretty, so that it was difficult for him to make a choice, and he could not decide to give the preference to any one of them.

Then he asked his mother for advice, and she said, “Invite all three, and set some cheese before them, and watch how they eat it.”

The youth did so, the first swallowed the cheese with the rind on, the second hastily cut the rind off the cheese, but she cut it so quickly that she left much good cheese with it, and threw that away also, the third peeled the rind off carefully, and cut neither too much nor too little.

The shepherd told all this to his mother, who said, take the third for your wife. This he did, and lived contentedly and happily with her.

Related articles

Apa itu Traktat?

Contoh Traktat (Perjanjian)

Contoh Traktat (Perjanjian)

.

 Taktat (Perjanjian)

.

1.     Traktat (Treaty) Sebagai Hukum

Apa itu traktat? Traktat (Treaty) adalah perjanjian yang dibuat antarnegara yang dituangkan dalam bentuk tertentu. Pasal 11 UUD menentukan: “Presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.” Perjanjian dengan negara lain yang dikehendaki dalam diktum pasal 11 UUD adalah perjanjian antarnegara atau perjanjian internasional yang kekuatan hukumnya sama dengan UU. Mengingat secara prosedural perjanjian antarnegara dibuat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

Berdasarkan Surat Presiden No. 2826/HK/60 yang dimaksud dengan perjanjian dalam pasal 11 UUD adalah perjanjian yang terkait dengan persoalan politik dan menyangkut riwayat hidup orang banyak, lazimnya disebut dengan traktat.

Traktat atau perjanjian yang secara prosedural harus disampaikan pada DPR sebelum diratifikasi adalah perjanjian yang mengandung materi sebagai berikut:

  • Soal-soal politik atau persoalan yang dapat mempengaruhi haluan politik luar negeri : perjanjian perbatasan wilayah (traktat bilateral Indonesia-Papua Nugini mengenai batas wilayah) serta perjanjian persahabatan baik dalam hubungan bisnis, hankam maupun HAM (special relationship).
  • Ikatan yang mempengaruhi haluan politik luar negeri seperti perjanjian ekonomi dan teknis pinjaman uang (dalam kondisi pengembalian uang tertentu).
  • Persoalan yang menurut sistem perundang-undangan harus diatur dengan Undang-Undang tentang kewarganegaraan dan soal kehakiman.
  • Adapun perjanjian yang lazim disebut agreement adalah perjanjian yang mengandung materi lain cukup disampaikan pada DPR sebatas untuk diketahui setelah diratifikasi oleh Presiden.

Ketika sebuah perjanjian telah diratifikasi maka berlakulah apa yang dinamakan “Pakta Servada” artinya perjanjian mengikat para pihak yang mengadakan perjanjian. Nah, persoalannya apakah traktat itu secara langsung mengikat seluruh warga negara?

Pendapat pertama, traktat tidak dapat secara langsung mengikat penduduk di suatu wilayah negara. Agar traktat dapat mengikat seluruh warga negara maka traktat harus terlebih dahulu dituangkan dalam hukum nasional. Pendapat yang dikemukakan Laband dan Telders (ahli Hukum Belanda) ini dinamakan Teori Inkorporasi.

Adapun pendapat kedua, traktat mengikat secara langsung penduduk di wilayah negara yang meratifikasi suatu perjanjian. Pendapat ini dianut oleh van Volenhoven, Hamaker dan dianut oleh Kerajaan Belanda pada tahun 1906. Teori ini mengakui “Primat hukum antarnegara” yaitu mengakui hukum antarnegara lebih tinggi derajatnya dari hukum Nasional.

2.     Macam-Macam Traktat (Treaty)
Macam-macam traktat terdiri atas 3 berdasarkan pihak yang terkait dan kegunaannya.

a.   Traktat Bilateral / Traktat Binasional (Twee Zijdig)
Yaitu perjanjian yang dilakukan oleh dua negara. Traktat ini dapat meliputi perjanjian mengenai hubungan kerjasama baik itu dalam hubungan politik, sosial-budaya, maupun hankam.

Contoh :
–  Traktat antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Malaysia tentang perjanjian ekstradisi menyangkut kejahatan kriminal biasa dan kejahatan politik.
–  Perjanjian Indonesia dengan Malaysia tentang wilayah perairan, ditanda tangani perdana menteri Malaysia Tun Abdul Rozak dan menteri luar negeri Indonesia Adam Malik.
–  Perjanjian internasional yang diadakan diadakan antara pemerintah RI dengan pemerintah RRC tentang “Dwi kewarganegaraan”.

b.   Traktat Multilateral
Yaitu perjanjian yang dilakukan lebih dari dua negara. Perjanjian ini lebih bersifat resmi (official) karena ditandatangani dan melibatkan pihak-pihak negara yang tergabung dalam suatu organisasi tertentu.

Contoh :
–  Perjanjian kerjasama beberapa negara dibidang pertahanan dan ideologi bersama negara-negara Eropa dan Amerika Utara (NATO) yang diikuti oleh beberapa negara Eropa.

c.   Traktat Kolektif atau Traktat Terbuka
Yaitu perjanjian yang dilakukan oleh beberapa negara atau multilateral yang kemudian terbuka untuk negara lain yang terikat pada perjanjian tersebut.

Contoh :
–  Perjanjian dalam PBB dimana negara lain terbuka untuk ikut menjadi anggota PBB yang terikat pada perjanjian yang ditetapkan oleh PBB tersebut.

Traktat dalam hukum Internasional juga dibedakan menjadi :
a.   Treaty, perjanjian yang harus disampaikan kepada DPR untuk disetujui sebelum diratifikasi oleh kepala negara.
b.   Agreement, perjanjian yang diratifikasi terlebih dahulu oleh kepala negara kemudian disampaikan kepada DPR untuk diketahui.


3.     Proses Pembuatan Traktat
Adapun pelaksanaan pembuatan traktat tersebut dilakukan dalam beberapa tahap dimana setiap negara mungkin saja berbeda, tetapi secara umum adalah sebagai berikut :

a.   Tahap Perundingan
Tahap ini merupakan tahap paling awal yang biasa dilakukan oleh utusan negara-negara yang akan mengadakan perjanjian. Isi perundingan dapat berupa lisan atau tulisan ataupun melalui teknologi informasi lainnya. Sidang perundingan dapat melalui forum konferensi, kongres, muktamar, dan sidang-sidang lainnya.

b.   Tahap Penutupan
Tahap ini biasanya apabila tahap perundingan telah tercapai kata sepakat atau persetujuan, maka perundingan ditutup dengan suatu naskah dalam bentuk teks tertulis yang dikenal dengan istilah “Piagam Hasil Perundingan” atau “Sluitings-Oorkonde”. Piagam ini dipersetujukan dan ditandatangani oleh masing-masing utusan negara yang mengadakan perjanjian.

c.   Tahap Pengesahan (Ratifikasi)
Pada tahap pengesahan ini, persetujuan piagam hasil perundingan masing-masing negara (biasanya tiap negara menerapkan mekanisme yang berbeda) tersebut kemudian diminta kembali oleh lembaga yang memiliki wewenang dan disahkan oleh Kepala Negara (Raja, Presiden, Perdana Menteri) dan diundangkan dalam lembaran negara.

Setiap pertukaran piagam antar pihak yang mengadakan perjanjian jika itu perjanjian multilateral maka perjanjian tersebut diarsipkan oleh salah satu negara yang bersepakan atau bahkan diarsip oleh markas PBB.
4.     Contoh Traktat
Berikut merupakan contoh traktat (perjanjian) yang pernah disahkan pada masa Perang Dunia (I – II).

1.)   Perjanjian Versailles (28 Juni 1919)
Perjanjian ini merupakan perjanjian antara Sekutu dengan Jerman setelah berakhirnya Perang Dunia I Perjanjian Versailles sebenarnya tidak dapat disebut dengan istilah perjanjian melainkan ada yang menyebutnya “Mahkamah Agung Sekutu”. Setiap isi perjanjian ditetapkan secara sepihak oleh negara-negara Sekutu. Pada tanggal tersebut barulah delegasi Jerman diundang ke Versailles (Perancis) untuk menandatanganinya.

Isi perjanjian Versailles antara lain sebagai berikut:
—  Jerman harus menyerahkan:
– Daerah Elzas-Lotaringen kepada Perancis.
– Daerah Eupen, Malmedy, dan Meresnet kepada Belgia.
– Daerah Prusia Barat dan Posen kepada Polandia.
– Danzig sebagai kota merdeka di bawah naungan Liga Bangsa-Bangsa.
– Jerman harus menyerahkan daerah Saar kepada LBB selama 15 tahun dan kemudian akan diadakan plebisit untuk menentukan apakah rakyat memilih bergabung dengan Jerman atau Perancis.
– Jerman harus menyerahkan daerah jajahannya kepada Inggris, Perancis, dan Jepang.
– Jerman harus membayar ganti rugi perang kepada negara-negara Sekutu sebesar 132 milyar Deutsch Mark.
– Jerman harus menyerahkan semua kapal dagangnya kepada Inggris.
– Angkatan perang Jerman diperkecil dan dilarang mengadakan wajib militer.
– Daerah Rhein (Jerman Barat) diduduki oleh Sekutu untuk mengawasi apakah Jerman menaati perjanjian Versailles atau tidak.

2.)   Perjanjian Potsdam (2 Agustus 1945)
Perjanjian ini mengakhiri Perang Dunia II antara Sekutu dengan Jerman. Perjanjian yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan Attlee ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:
– Jerman dibagi dalam 2 daerah pendudukan yakni bagian Jerman Timur oleh  Rusia, sedangkan bagian Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.
– Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 2 bagian yakni Berlin Barat (dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (dikuasai oleh Rusia).
– Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diserahkan kembali kepada Polandia dan dilindungi oleh PBB.
– Angkatan Perang Jerman harus dikurangi (jumlah tentara dan peralatan militer).
– Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
– Jerman harus membayar ganti rugi perang kepada Sekutu.

Tentu saja perjanjian ini sangat memberatkan dikarenakan sebagian besar Jerman harus membayar ganti rugi perang (ditambah dengan dihapusnya negara Prusia dari dunia pada tanggal 25 Februari 1947).

3.)   Perjanjian Paris (Februari 1947)
Perjanjian Paris adalah perjanjian antara Sekutu dengan Italia setelah berakhirnya Perang Dunia II. Keputusan yang dihasilkan dalam perjanjian tersebut adalah:
– Seluruh jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris.
– Wilayah Italia diperkecil.
– Italia harus membayar kerugian perang.
– Abessynia dan Albania mendapatkan kemerdekaannya.
– Trieste menjadi negara merdeka di bawah PBB.

4.)   Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Setelah peristiwa pemboman Hiroshima dan Nagasaki diadakan pertemuan antara Sekutu (Amerika Serikat) dengan Jepang di kapal Missouri di teluk Tokyo pada 2 September 1945 yang menghasilkan pernyataan penyerahan Jepang tanpa syarat kepada Sekutu untuk mengakhiri Perang Dunia II wilayah Pasifik. Perjanjian yang awalnya hanya bersifat sementara ini kemudian disahkan pada Perjanjian San Fransisco tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya.

Perjanjian San Fransisco berisi:
– Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
– Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diserahkan kepada Rusia, sedangkan Manchuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok (China).
– Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
– Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

Demikian penjelasan Traktat beserta contohnya dapat memberikan pengetahuan dan manfaat berarti bagi pembaca sekalian. Bila ada kritik/saran, saya akan senang menanggapinya demi berkembangnya pengetahuan bangsa kita. Terima kasih ! ^^ (amelchan24)

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Keanekaragaman Makhluk Hidup

.

Keanekaragaman Hayati

 .

A.   Pengertian Keanekaragaman Hayati
Setiap saat kita dapat menyaksikan berbagai macam makhluk hidup yang ada di sekitar kita baik di daratan maupun di perairan. Misalnya, dihalaman rumah, kebun, sawah, atau di hutan. Di tempat itu dapat kita jumpai bermacam-macam makhluk hidup mulai dari makhluk yang berukuran kecil seperti semut hingga makhluk berukuran besar seperti burung, ular, atau gajah. Mulai dari yang berwarna gelap hingga makhluk yang berwarna cerah dan menarik.

Begitu juga dengan tumbuhan, kita dapat mengamati tumbuhan didaratan atau di lautan dengan jenis, ukuran, warna dan bentuk yang beragam. Di daratan misalnya dapat kita jumpai rumput, pohon, jambu, durian, salak, apel, dan sebaainya. Di perairan terdapat rumput laut dan jenis tumbuhan lain yang dapat hidup di laut.

Setiap makhluk hidup memiliki ciri dan tempat hidup yang berbda. Melalui pengamatan, kita dapat membedakan jenis-jenis makhluk hidup. Pembedaan makhluk hidup tanpa dibuat berdasarkan bentuk, ukuran, warna, tempat hidup, tingkah laku, cara berkembang biak, dan jenis makanannya.

Perbedaan atau keanekaragaman hayati dapat disebabkan oleh faktor abiotik maupun oleh faktor biotik. Perbedaan keadaan udara, cuaca, tanah, kandungan air, dan intensitas cahaya matahari menyebabkan adanya perbedaan hewan dan tumbuhan yang hidup. Hal tersebut mengakibatkan adanya keanekaragaman hayati.

Jadi, Keanekaragaman Hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi berupa bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat, gen, spesies, dan ekosistem yang dapat ditemukan di suatu daerah.

Ada dua faktor penyebab keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme. Sebaliknya, faktor luar relatif stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme. Keanekaragaman hayati secara luas telah digunakan konsepnya di alam tetapi dalam penggunaannya tidak terlalu baik. Beberapa negara menginterpretasikan konservasi dari keanekaragaman hayati sangat kaku, Negara-negara tersebut berpendapat bahwa semua pengembangan dapat dihalangi oleh prospek hilangnya tempat kediaman makhluk hidup.

Keanekaragaman hayati telah muncul sebagai topik ilmiah dengan tingkat sosial yang tinggi menonjol dan akibatnya kepentingan politik. Sampai-sampai para ilmuwan ingin melihat program-program untuk melestarikan keanekaragaman hayati dilaksanakan, mereka harus sadar akan aspek politik dari masalah dan bersiaplah untuk membuat kompromi yang diperlukan ketika seseorang masuk kedalam arena politik konservasionis menghadapi masalah serupa seperti kampanye melawan kekejaman terhadap binatang jauh lebih baik dengan daya tarik manusia terhadap hewan dibandingkan dengan penderitaan yang sebenarnya, sehingga hilangnya spesies sering terlihat lebih dalam hal daya tarik spesies ke manusia daripada faktor-faktor biologis.

Pada umumnya pola distribusi penyebaran tumbuhan dan hewan dikendalikan oleh faktor abiotik seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Perubahan pada faktor abiotik dapat menyebabkan organisme berkembang dan melakukan spesialisasi.
B.       Tingkat Keanekaragaman Hayati

1.      Keanekaragam Tingkat Ekosistem
Makhluk hidup dalam kehidupan selalu melakukan interaksi dengan lingkungannya, baik dengan lingkungan abiotik maupun lingkungan biotik. Bentuk interaksi tersebut akan mem-bentuk suatu sistem yang dikenal dengan isitilah ekosistem. Keanekaragam Tingkat ekosistem adalah keanekaragaman yang dapat ditemukan di antara ekosistem. Di permukaan bumi susunan biotik dan abiotik pada ekosistem tidak sama. Lingkungan abiotik sangat mempengaruhi keberadaan jenis dan jumlah komponen biotik (makhluk hidup). Wilayah dengan kondisi abiotik berbeda umumnya mengandung komposisi makhluk hidup yang berbeda.

Kondisi lingkungan tempat hidup suatu makhluk hidup sangat beragama keberagaman lingkungan tersebut biasanya dapat menghasilkan jenis makhluk hidup yang beragam pula. Hal demikian dapat berbentuk karena adanya penyesuaian sifat-sifat keturunan secara genetik dengan lingkungan tempat hidupnya. Sebagai komponen biotik, jenis makhluk hidup yang dapat bertahan hidup dalam suatu ekosistem adalah makhluk hidup yang dapat berinteraksi dengan lingkungannya, baik dengan komponen biotik maupun komponen abiotiknya. Jika susunan komponen biotik berubah, bentuk interaksi akan berubah sehingga ekosistem yang dihasilkan juga berubah.

2.      Keanekaragam Tingkat Spesies (Jenis)
Kita dapat mengenal makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Misalnya, melalui pengamatan ciri-ciri morfologi, habitat, cara berkembang biak, jenis makanan, tingkah laku, dan beberapa ciri lain yang dapat diamati.

Keanekaragaman tingkat spesies (jenis) adalah keanekaragaman yang ditemukan di antara organisme yang tergolong dalam jenis yang berbeda, baik yang termasuk dalam satu famili maupun tidak. Misalnya, jika membandingkan tanaman jagung, mangga, dan padi atau di antara bebek, ayam, dan kucing. Perbedaan yang terdapat di antara organisme berbeda jenis lebih banyak dibandingkan dengan di antara organisme satu jenis. Dua organisme yang berbeda jenis mempunyai perbedaan susunan gen yang lebih banyak daripada yang tergolong dalam satu jenis.

3.      Keanekaragaman Tingkat Gen
Setiap makhluk memiliki komponen pembawa sifat menurun. Komponen tersebut tersusun atas ribuan faktor kebakaan yang mengatur bagaimana sifat-sifat tersebut diwariskan. Faktor itulah yang sekarang kita kenal sebagai gen. gen terdapat di lokus gen pada kromosom atau di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Akan tetapi susunan perangkat gen masing-masing individu dapat berbeda-beda bergantung pada tetua yang menurunkannya. Itulah sebabnya individu-individu yang etrdapat dalam satu jenis dan satu keturunan dapat memiliki ciri-ciri dan sifat yang berbeda.

Keanekaragam tingkat gen adalah keanekaragam atau variasi yang dapat ditemukan di antara organisme dalam satu spesies. Perangkat gen mampu berinteraksi dengan lingkungan-nya. Dalam hal ini, faktor lingkungan dapat memberi pengaruh terhadap kemunculan ciri atau sifat suatu individu. Misalnya dua individu memiliki perangkat gen yang sama, tetapi hidup di lingkungan yang berbeda maka kedua individu tersebut dapat saja memunculkan ciri dan sifat yang berbeda.


●     Mengapa Fokus Pada Keanekaragaman Hayati?
Penekanan masyarakat yang sekarang pada keanekaragaman hayati masih baru dan menarik untuk dipertimbangkan sebagaimana konsep pengembangannya. Separuh abad yang lalu telah tumbuh kesadaran akan pentingnya ekosistem dansuatu keinginan untuk memelihara dibanding hanya memanfaatkan lingkungan.

Transisi dari konservasi spesies kepada konservasi keanekaragaman hayati adalah suatu kebingungan dan bahkan di literatur yang ilmiah itu tidaklah selalu benar apa yang dimaksud. Bagaimanapun, yang diberi keunggulan dan arti penting keanekaragaman hayati yang penting adalah sosial, ilmuwan bisa berkomunikasi dengan masyarakat sekitar tentang apa yang sedang terjadi dan apa konsekuensi dari tindakan kita. Untuk memenuhi ini kita harus mengembangkan konsep keanekaragaman hayati yang tidaklah hanya secara ilmiah, tetapi juga penuh arti.

●     Mengapa Dilakukan Konservasi Keanekaragaman Hayati?
Meskipun pertanyaan ini mungkin tampak seperti bedah ke ekologi, tetapi kita tidak dapat menerimanya bahwa semua sektor masyarakat dapat melihat nilai keanekaragaman hayati. Justru sebaliknya, manusia sering sengaja mengurangi keanekaragaman hayati untuk mencapai tujuan mereka.

Dalam banyak bidang dunia kaya beragam jenis tanaman telah tergantikan oleh luas bidang seragam jagung, gandum, dan tanaman berharga. Ini adalah monokultur komersial bahkan monoklonal, yang paling dalam keragaman hayati rendah. Program pengendalian hama, baik pertanian dan pemukiman, berusaha untuk menghilangkan makhluk yang tidak diinginkan tanpa perhatian yang berdampak yang terhadap keanekaragaman hayati. Meskipun sulit untuk membasmi “hama” laut tetapi pasti pernah dicoba. Banyak negara telah berusaha untuk memilah-milah anjing laut dan lainnya.


4.      
Macam-Macam Keanekaragaman Hayati
Terdapat bermacam-macam definisi tentang keanekaragaman hayati, tetapi hanyatiga kategori utama yang akan dijelaskan di sini. Pertama adalah keanekaragaman azas keturunan, yang dapat menimbulkan keaneka ragaman gen dalam jenis yang sama seperti halnya antar jenis. Kedua adalah keaneka ragaman yang taksonomik, didasarkan pada taksonomi yang berbeda dimasukkan ke dalam suatu ekosistem. Ketiga adalah keanekaragaman fungsional, mengenali variasi dari peran organisme yang berbeda termasuk memisahkan langkah-langkah hidup dari jenis individu didalam ekosistem.

●     Teori Generalis
Teori generalis secara sederhana dihubungkan dengan populasi yang ada (Hutchinson 1957) dan Hutchinsonians secara tegas menolak konsep dari suatu relung yang kosong. Relung yang potensial dari suatu populasi adalah cakupan dari kondisi-kondisi inveronmental di mana itu dapat tetap berlaku. Tetapi ini adalah konsep yang berharga bagi pemahaman keaneka-ragaman hayati, sehingga layak mengeksplorasi.

Populasi adalah kisaran kondisi lingkungan di mana iadapat bertahan, yang sebenarnya relung adalah rentang di mana saat ini ditemukan dan relung kosong merupakan suatu ling-kungan yang dapat secara prinsip mendukung penduduk dari beberapa macam tapi saat ini tidak.

Sebuah ekosistem yang beragam biasanya satu di mana relung pasar yang erat dikemas, di setiap kamar ditempati oleh sebuah keluarga yang berbeda untuk meregangkan analogi (Christiansen dan Fenchel 1977). Invasi oleh super pesaing yang dapat mengusir  banyak dari spesies asli dari relung pasar mereka, pada dasarnya mengambil alih seluruh apartemen, sangat mengurangi keragaman masyarakat. Tapi apa konsekuensi dari perbuatan ini untuk fungsi ekosistem, dan hilangnya keanekaragaman selalu buruk?

●   Triage
Banyak cara bagaimana untuk menggambarkan keanekaragaman hayati, tetapi kemampuan kita untuk memeliharanya terbatas. Perubahan dari pengendalian populasi manusia, industrialisasi, dan sebagainya mengakibatkan hilangnya tempat kediaman yang alami (Ehrlich 1971). Konsep dari triage dikembangkan oleh Baron Dominique-Jean Larrey (1832), ahli bedah Cheaf Napoleon’s dan masih digunakan sampai sekarang.

Konsep dari triage serupa dengan penggunaan dari ukuran-ukuran keefektifan biaya di ekonomi. Seorang dokter medan perang menghadapi tiga kecelakaan dan mengevaluasi hasil penyebab terlukanya mereka. Pasien pertama perlu perawatan dan diamankan penglihatannya karena yang lain akan mungkin mati bagaimanapun, hanyalah suatu kesempatan yang kecil dengan perawatan dan yang ketiga sedang berdarah sampai mati, tetapi perawatan medik mungkin akan menyelamatkan hidupnya.

●   Menetapkan Nilai Pada Spesies
Kepunahan adalah faktor yang mengganggu keduanya ilmuwan dan orang awam, dan untuk ilmiah. komunitas prospek kehilangan suatu spesies sebelum kita belajar tentang itu adalah ganda. Meskipun demikian, kita harus menyeimbangkan perubahan, salah satu yang alami atau enthropogenic adalah di dalam struktur dari masyarakat. Perubahan seperti ini telah didokumentasikan berupa fosil dan studi dari timbangan ikan di sedimen (Soutar & Isaacs 1969,1974) di sanalah bukti dari perubahan terbaru yang di komposisikan dari Masyarakat Sea utara (Lindeboometal. 1995).

●   Resiko Kehilangan Spesies
Salah satu aspek yang menakutkan berhadapan dengan keanekaragaman hayati adalah perwujudan bahwa jika kita gagal untuk memelihara beberapa spesies danakan jadi pergi untuk selamanya tidak ada kesempatan memperbaiki. Ini unsur ketegasan mungkin salah satu dari pertimbangan mengapa konservasi telah mencapai dampak yang sosial dan kesadaran yang umat manusia telah menyapu bersih seperti makhluk mengesankan Woolly Mammoth (Mammuthus primigenius), Ikan duyung (Hydrodamalis gigas), Burung Dodo (Raphuscucillatus) dan Merpati Penumpang (Ectopistes migratorius) adalah mengkhawatirkan bukti bahwa yang permanen hilangnya spesies dilindungi adalah mungkin.

Ada bagaimanapun bertumbuh kesadaran yang ada banyak lebih sedikit calon jelas nyata untuk pemunahan, dan jika kita menerima disertasi itu yang beberapa pertempuran akan hilang, kemudian kita harus menghadapi resiko itu yang kita boleh biarkan beberapa spesies penting mengabur tanpa menilainya sampai sudah terlambat.


C.       Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

 ●     Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Karakteristik Wilayahnya
Secara astronomis indonesia berada pada 60 LU – 110 LS dan 95 BT – 141 BT. artinya indonesia terletak didaerah iklim tropis (daerah tropis berada diantara 23 1/20 LU dan 23 1/20 LS). Ciri – ciri daerah tropis antara lain temperatur cukup tinggi (26°C – 28°C), curah hujan cukup banyak (700-7000 mm/tahun) dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan cukup cepat.

Bila dilihat dari geografis , Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang sejauh 5.200 km sepanjang garis khatulistiwa dan terletak di antara dua samudra (Hindia dan Pasifik) serta terletak pada dua benua (Asia dan Australia). Indonesia juga terletak di pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan rangkaian sirkum mediterania, sehingga indonesia memiliki banyak pegunungan berapi. hal tersebut menyebabkan tanah menjadi subur.

Di Indonesia terdapat 10% spesies tumbuhan, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi, dan 17% dari spesies burung yang ada didunia. Sejumlah spesies tersebut bersifat endemik, yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak ditemukan ditempat lain.

Contoh spesies endemik adalah sebagai berikut:
–   Burung Cendrawasih di Papua,
–   Burung Maleo di Sulawesi,
–   Komodo di Pulau Komodo.
–   Anoa di Sulawesi
–   Rafflesia Arnoldi, terdapat di Pulau Sumatera dan penyebarannya di sepanjang bukit barisan  dari Aceh sampai Lampung.
–   Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan flora khas Indonesia yang terdapat di Sumatra.

Contoh tumbuhan yang beraneka ragam dan bernilai ekonomi dapat dimanfaatkan sebagai berikut:
– – – Macam – macam Durian (Duriozi bethinus), antara lain :
– Durian Petruk dari Randusaria Jepara,
– Durian Sitokong dari Ragunan,
– Durian Sunan dari Boyolali,
– Durian Simas dari Bogor.

– – – Macam Kedondong (Spondias cythrerea), antara lain :
– Kedondong Karimun Jawa berasal dari Karimun Jawa

– – – Macam- macam Salak (Zalacca edulis), antara lain :
– Salak Pondoh berasal dari Desa Soka, Sleman
– Salak Bejalen dari Ambarawa

●     Keanekaragaman Berdasarkan Persebarannya
Persebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi. Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies – spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi sub spesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya. Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies (isolasigeografi). adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat.

Berdasarkan adanya persamaan fauna di daerah-daerah tertentu , maka dapat dibedakan menjadi 6 daerah biogeografi dunia sebagai berikut :
–   Nearktik : Amerika Utara
–   Neotropikal : Amerika Selatan bagian Tengah.
–   Palearktik : Asia sebelah Utara Himalaya,
–   Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.
–   Eropa dan Afrika : Gurun Sahara sebelah Utara.
–   Ethiopia : Afrika
–   Australian : Australia dan pulau – pulau sekitarnya.

●     Persebaran Keanekaragaman Hayati Di Muka Bumi
Bioma dapat dartikan sebagai macam komunitas utama yang terdapat pada suatu daerah yang dapat dikenal berdasarkan fisiognomi (kenampakan). Sifat dan karakteristik suatu bioma merupakan fungsi iklim (suhu , curah hujan, cahaya dan tanah). Garis pembatas atau pemisah antara dua bioma walaupun tidak jelas disebut Ekoton. Ekoton ditempati oleh tumbuhan dan hewan yang khas. Bioma-bioma umumnya ditentukan oleh vegetasi atau tumbuhan yang dominan. Hal ini cenderung mencerminkan iklim yang umum dari area tersebut.

Ada berbagai bioma didunia, yaitu :
–  Gurun (Padang Pasir), bioma ini terdapat di Afrika, Amerika, Australia dan Cina.
–  Padang Rumput, terbentang dari daerah tropik hingga sub tropik, misalnya di  Amerika.
–  Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah tropik dan sub tropik contoh di Amerika Selatan (Brasil), Asia (Indonesia) dan Afrika.
–  Hutan Hujan Musiman/Gugur (Deciduos Forest), merupakan bioma yang khas di daerah sedang.
–  Savana/Sabana, terdapat di kedua sisi khatulistiwa, berkembang dengan lebih baik di Afrika dan Amerika Selatan. Savana terdapat juga di India, Asia Selatan, Australia, dan Indonesia (Irian, NTT, dan NTB).

   Flora Malesiana
Indonesia memiliki 2 diantara 5 bioma didunia, yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. bioma hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi adalah malesiana. Flora malesiana meliputi tumbuhan yang terdapat di Sumatra, Kalimantan, Filipina Utara, dan Kepulauan Indonesia lainnya.

Tumbuhan Khas Malesiana yang terkenal adalah rafflesia arnoldi. tumbuhan ini merupakan parasit yang hidup melekat pada akar atau batang tumbuhan pemanjat Tetrasigma. Penyebaran Rafflesia meliputi Sumatra (Aceh, Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan Jawa. Di Papua ditemukan pohon buah khas yang disebut Matoa (Pometia pinnata). Matoa ini rasanya hampir mirip durian dan rambutan. Buah matoa berangkai seperti anggur berbentuk bulat kecil, dan berkulit tipis.


D.       Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati
Berikut merupakan hasil manfaat yang dapat digunakan dari keanekaragaman hayati, yaitu :

– – – Kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan yang bersifat mutlak , seperti:
–  Sandang (ulat sutra, bulu domba, kapas)
–  Pangan (serealia/biji – bijian, umbi – umbian, sayur, buah, telur, daging, susu dan sebagainya)
–  Papan (meranti, jati, sengon, pohon sawo, dan sebagainya)
–  Udara bersih (pepohonan).

Keanekaragaman hayati yang dapat menghasilkan suatu produk yang bermanfaat untuk hidup dan menjaga kesehatan manusia dikatakan memiliki nilai biologi.

– – – Kebutuhan sekunder, kebutuhan untuk lebih menikmati hidup, misalnya:
–  Transportasi (kuda, onta, sapi)
–  Rekreasi (hutan, taman bunga, tanaman hias, keindahan bawah laut, hewan piaraan dan sebagainya)

Keanekaragaman hayati dapat menghasilkan produk berupa materi atau jasa yang manfaatnya dapat ditukar dengan uang, misalnya bahan kebutuhan pokok atau pangan yang di perdagangkan, dikatakan memiliki nilai ekonomi.

Bagi suatu negara tertentu, keanekaragaman hayati dapat memberikan kebanggaan karena keindahan atau kekhasannya, seperti: Karapan Sapi di Madura, Ukiran Jepara dari kayu jati, Lukisan Wayang dari Kulit Domba dan sebagainya. Keanekaragaman hayati tersebut memiliki nilai budaya.

Keanekaragaman hayati masih terus diteliti oleh para ahli, karena sebagai sumber ilmu atau tujuan lain (misalnya : pemuliaan hewan dan tumbuhan, pelestarian alam, pencarian alternatif bahan pangan dan energi dan sebagainya). jadi keanekaragaman hayati memiliki nilai pendidikan.

Keanekaragaman hayati dapat memberikan nilai manfaat, baik secara ekonomi, ilmu pengetahuan, sosial dan budaya.

1.    
Manfaat dari Segi Ekonomi
Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakay Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor. Jenis kayu-kayu tersebut antara lain adalah kayu ramin, gaharu, meranti, dan jati jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara.

Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika. Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri.

Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.

2.     Manfaat dari Segi Wisata dan Ilmu Pengetahuan
Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Umumnya secara langsung manusia menjadikan hewan sebagai objek wisata atau hiburan.

3.     Manfaat dari Segi Sosial dan Budaya
Masyarakat Indonesia ada yang menetap di wilayah pegunungan, dataran rendah, maupun dekat dengan wilayah perairan. Masyrakat tersebut telah terbiasa dan menyatu dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Kegiatan memanen hasil hutan maupun pertanian merupakan kebiasaan yang khas bagi masyarakat yang tinggal di pegunungan atau dataran tinggi.

Masyarakat tersebut yang hidup berdekatan dengan laut, sungai, dan hutan memiliki aturan tertentu dalam upaya memanfaatkan tumbuhandan hewan. Masyarakat memiliki kepercayaan tersendiri mengenai alam. Dengan adanya aturan-aturan tersebut, keanekaragaman hayati akan terus terjaga kelestariannya.

E.       Terancamnya Keanekaragaman Hayati
Saat ini tidak sedikit hutan yang rusak, akibatnya kehidupan hewan di dalamnya akan terganggu.

1.     Hilangnya Habitat
Salah satu faktor yang sangat menentukan keberadaan keanekaragaman hayati adalah habitat. Hutan merupakan habitat asli tempat hidup makhluk hidup. Penebangan serta perusakan hutan secara terus-menerus terganggunya ekosistem makhluk hidup dan pada akhirnya keanekaragaman hayati akan berkurang dan hilang.

2.     Degradasi Habitat
Polusi merupakan perubahan lingkungan yang menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kehidupan makhluk hidup.

3.     Spesies-Spesies Pendatang
Kehadiran spesies pendatang dapat mengalahkan atau mendominasi spesies asli. Pada abad ke-19 pembangunan Kanal Erie telah menyebabkan masuknya belut laut ke Danau Agung.

4.     Eksploitasi Berlebihan
Eksploitasi sumber daya alam dikatakan berlebihan jika jumlah sumber daya alam yang diambil lebih besar dibandingkan dengan kemamuan memperbarui diri sumber daya alam yang diambil.

F. Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Dalam usaha menjaga kelestarian sumber daya hayati agar tidak punah adalah dengan cara menjaga keutuhan lingkungan tempat hidup makhluk hidup. Jika sebagian besar masyarakat Indonesia melakukan aktivitas eksploitasi sumber daya hayati secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan usaha pelestarian, maka dalam waktu yang relatif singkat sumber daya hayati akan punah.

1.     Cagar Alam
Cagar alam adalah kawasan perlindungan alam yang memiliki tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Perkembangan dan pertumbuhan hewan dan tumbuhan, berlangsung secara alami. Sesuai dengan fungsinya cagar alam dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan wisata.

Terdapat dua jenis cagar alam yaitu cagar alam darat dan cagar alam laut.
– – – Di Indonesia Cagar Alam darat antara lain :
– Cagar Alam Morowali di Sulawesi tengah,
– Cagar Alam Nusa Kambangandi Jawa Tengah,
– Cagar Alam Gunung Papandayan di Jawa Barat,
– Cagar Alam Dolok Sipirok di Sumatera Utara, dan
– Cagar Alam Hutan Pinus Janthoi di NAD (Aceh).

– – – Sedangkan Cagar Alam laut antara lain :
– Cagar Alam Kepulauan Aru Tenggara di Maluku,
– Cagar Alam Pulau Anak Krakatau di Lampung, dan
– Cagar Alam Kepulauan Karimata di Kalimantan Barat.

2.     Suaka Margasatwa
Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa, dan untuk kelangsungan hidup satwa dapat dilakuakn pembinaan terhadap habitatnya.

– – – Di Indonesia, Suaka Margasatwa darat antara lain :
– Suaka Margasatwa Rawa Singkil di NAD (Aceh),
– Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Sumatera Selatan,
– Suaka Margasatwa Muara Angke di DKI Jakarta,
– Suaka Margasatwa Tambora Selatan di Nusa Tenggara Barat,
– Suaka Margasatwa Lamandau di Kalimantan Tengah, dan
– Suaka Margasatwa Buton di Sulawesi Tenggara.

– – – Sedangkan Suaka Margasatwa laut antara lain :
– Suaka Margasatwa Kepulauan Panjang di Papua,
– Suaka Margasatwa Pulau Kassa di Maluku, dan
– Suaka Margasatwa Foja di Irian Jaya.

3.     Taman Nasional
Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi.Taman nasional dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan wisata.

Terdapat dua jenis taman nasional, yaitu Taman Nasional darat dan Taman Nasional laut.
– – – Taman Nasional darat antara lain :
– Taman Nasional Leuser di Sumatera Utara,
– Taman Nasional Ujung Kulon di Banten,
– Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur, dan
– Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Riau.

Sedangkan Taman Nasional laut antara lain :
– Taman Nasional Kepulauan Seribu di DKI Jakarta,
– Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur,
– Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara, dan
– Taman Nasional Raja Ampat di Irian Barat. (amelchan24)

Related articles